Swift Update #1: Kenaikan Harga Rumah Subsidi 2025
Sukmaesa Syafina
12/14/20252 min read


Sumber: Liputan6.com
Hi Property Lovers! Berita mengenai daftar harga rumah subsidi tahun 2025 yang akan segera terkerek naik menjadi sorotan penting, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menggantungkan harapan pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini. Sebelum penetapan resmi kenaikan tersebut, penting bagi kita untuk mencermati dan menimbang dampaknya secara menyeluruh, baik dari sisi pemerintah, pengembang, maupun calon pembeli.
Dilansir dari Kompas.com (2025), BP Tapera memperkirakan bahwa alokasi dan realisasi KPR bersubsidi, yang disalurkan melalui mekanisme FLPP, akan menorehkan pencapaian terhebatnya sepanjang sejarah pada tahun 2025. Prediksi ini muncul menyusul peningkatan signifikan dalam jumlah unit rumah yang telah disalurkan menjelang akhir tahun.
Hingga pertengahan November 2025, BP Tapera telah berhasil menyalurkan sekitar 223.279 unit KPR FLPP, yang secara nominal mencapai Rp27,72 triliun. Jumlah ini sudah mendekati rekor 229.000 unit yang tercipta pada tahun 2023, menunjukkan adanya akselerasi permintaan di pasar perumahan rakyat.
Indikasi peningkatan permintaan ini diperkuat oleh Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep), dimana tercatat lebih dari 300.000 MBR mengajukan permohonan. Mayoritas pendaftar (265.219 data) berhasil melewati proses verifikasi subsidi awal. Oleh karena itu, BP Tapera mendesak perbankan penyalur untuk segera menindaklanjuti sisa data yang belum diproses guna memaksimalkan target kuota.
Di sisi lain, BP Tapera mengakui adanya hambatan dalam penyerapan kuota, yaitu kondisi ekonomi MBR. Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional stabil, daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat belum sepenuhnya pulih, sehingga memerlukan upaya lebih lanjut dari berbagai pihak untuk mendongkrak kemampuan beli MBR.
Momentum untuk Bertindak Cepat
Bagi MBR yang sudah merencanakan pembelian, periode menjelang penetapan harga baru ini adalah momentum krusial untuk bertindak cepat. Mengambil keputusan pembelian sebelum harga resmi naik dapat berarti penghematan yang signifikan dalam total nilai KPR. Penundaan bisa berarti harus menghadapi cicilan yang lebih besar atau persyaratan KPR yang lebih ketat.
Di sisi lain, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melihat program rumah subsidi ini bukan hanya sebagai transaksi jual-beli properti, tetapi sebagai investasi sosial jangka panjang dalam mewujudkan kesejahteraan dan stabilitas keluarga Indonesia.
Kenaikan harga memang tak terhindarkan. Namun, kenaikan kualitas, transparansi, dan daya dukung infrastruktur adalah hal yang harus diupayakan agar program rumah subsidi tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Simak berita seputar properti lainnya hanya di Swift Update.
Referensi Berita:
Kompas.com. (2025, 23 November). FLPP 2025 Meningkat, BP Tapera Catat Lonjakan Permintaan Rumah Subsidi. Diakses dari https://www.kompas.com/properti/read/2025/11/23/133500421/flpp-2025-meningkat-bp-tapera-catat-lonjakan-permintaan-rumah-subsidi
Kompas.com. (2025, 30 November). Daftar Harga Rumah Subsidi 2025, Sebelum Resmi Terkerek Naik. Diakses dari https://properti.kompas.com/read/2025/11/30/080000621/daftar-harga-rumah-subsidi-2025-sebelum-resmi-terkerek-naik
