Swift Update #5: Saham Perusahaan Properti Trinitiland di Borong Putri Hashim
Sukmaesa Syafina
12/20/20252 min read


Sumber: Kaltimpost.id
Hi Property Lovers! Lanskap bisnis properti di Indonesia kembali dihangatkan oleh manuver strategis salah satu keluarga paling berpengaruh di Tanah Air. Masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, putri Hashim Djojohadikusumo, sebagai investor dan kemudian didapuk menjadi Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), bukan sekadar aksi korporasi biasa. Langkah ini mengirimkan sinyal kuat mengenai perpaduan ambisi bisnis dan pengaruh politik yang semakin terkonsolidasi dalam sektor properti nasional.
Keluarga Djojohadikusumo memperluas jejak mereka di sektor properti melalui investasi yang dilakukan oleh Rahayu Saraswati, putri Hashim Djojohadikusumo. Rahayu telah mengambil alih sejumlah saham dari PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) dari pemegang saham utamanya.
Dilansir dari Kompas.com (2025), akuisisi ini merupakan langkah strategis yang menjadikan Rahayu Saraswati menguasai 5% saham TRIN pada tahap awal, dengan target untuk meningkatkan kepemilikannya hingga 20% di masa mendatang. Harga pembelian saham didasarkan pada perhitungan rata-rata harga saham TRIN selama periode Oktober 2025.
Pihak manajemen TRIN menjelaskan bahwa masuknya Rahayu Saraswati lebih didasarkan pada skema investasi dan kemitraan strategis. Hal ini berarti, meskipun Rahayu kini juga menduduki jabatan Komisaris Utama, perusahaan tersebut secara operasional dan struktur pengendalian tidak akan berada di bawah naungan kelompok usaha Djojohadikusumo secara langsung.
Investasi strategis Rahayu Saraswati di TRIN ini melukiskan peta jalan baru di sektor properti Indonesia, di mana modal besar dan pengaruh politik berjalan beriringan. Meskipun langkah ini membawa potensi akselerasi bisnis yang signifikan bagi TRIN, kunci keberhasilan jangka panjang terletak pada kemampuan perusahaan untuk menjaga transparansi dan integritas.
Publik dan pasar akan terus mengawasi: apakah kemitraan ini akan melahirkan inovasi properti yang lebih baik, ataukah hanya akan memperkuat konsolidasi kekuasaan yang berpotensi menimbulkan moral hazard. Inilah momen di mana etika bisnis keluarga berpengaruh diuji di tengah sorotan pasar modal dan kepentingan publik.
Masuknya figur dengan latar belakang kuat ini menuntut TRIN untuk menjaga standar etika dan transparansi yang tinggi. Pada akhirnya, sukses investasi ini tidak hanya akan diukur dari lonjakan harga saham, tetapi juga dari kemampuannya untuk beroperasi secara profesional tanpa memicu pertanyaan publik mengenai potensi benturan kepentingan.
Simak berita seputar properti hanya di Swift Update!
Referensi Berita:
Kompas.com. (2025, 13 Desember). Anak Hashim Borong Saham Perusahaan Properti Trinitiland. Diakses dari https://www.kompas.com/properti/read/2025/12/13/104729821/anak-hashim-borong-saham-perusahaan-properti-trinitiland
